Langsung ke konten utama

Desa Wisata Nglanggeran Masuk Nominasi Desa Wisata Terbaik dari UNWTO

Wisata Desa Nglanggeran

    Kecantikan alam Indonesia sungguh beraneka ragam. Namun, hanya sejumlah kecil yang meraih ketenaran internasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperkenalkan destinasi potensial agar mendapatkan perhatian global. Salah satu cara yang dapat diambil adalah dengan mengikutsertakan sebuah destinasi dalam kompetisi internasional, seperti yang sedang diikuti oleh Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta.

    Desa wisata yang terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini baru-baru ini terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam kompetisi 'Best Tourims Village' atau Desa Wisata Terbaik yang diselenggarakan oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), bersama dengan Desa Tetebatu di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah lebih dahulu dinominasikan.

Berikut adalah alasan mengapa Desa Wisata Nglanggeran dinominasikan sebagai Best Tourism Village:

1. Desa Wisata Nglanggeran sebagai tempat berdirinya gunung api purba

    Desa Wisata Nglanggeran menjadi tempat berdirinya Gunung Api Purba Nglanggeran. Berdasarkan sejarah geologisnya, gunung api purba setinggi 700 mdpl ini memiliki usia tersier (Oligo-Miosen) atau 0,6-70 juta tahun yang lalu. Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi daya tarik utama dari Desa Wisata Nglanggeran.

Selain gunung api purba, keindahan desa ini juga ditunjang oleh area pertanian dan persawahan seluas 762.0990 hektare, didukung oleh keberadaan Embung Nglanggeran. Sebagian besar lahan di desa ini digunakan untuk pertanian, perkebunan, dan ladang. Pada tahun 2015, desa ini bahkan berhasil menjadi bagian dari jaringan taman bumi dunia, UNESCO Global Geopark.

Selain memiliki daya tarik alam, Desa Wisata Nglanggeran juga kaya akan daya tarik budaya, kerajinan, kuliner, dan daya tarik buatan. Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Harry Sukmono, desa wisata ini dianggap sebagai yang paling lengkap.

“Desa Wisata Nglanggeran merupakan desa wisata terlengkap dengan sumber daya alam, budaya, hingga ikon 'Kampung Pitu'," kata Harry seperti dilansir dari Antara pada Rabu (25/8).

'Kampung Pitu' yang disebutkan oleh Harry telah menjadi ikon Desa Wisata Nglanggeran selain gunung api purba. Kampung tersebut hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga.

Desa ini juga dikenal dengan kerajinan kayu seperti topeng dan gelang. Para pengunjung desa wisata bahkan dapat mengambil paket pembelajaran untuk membuat kerajinan tersebut.

Sementara itu, dalam hal kuliner, salah satu yang terkenal dari desa ini adalah dodol kakao. Di area desa, terdapat perkebunan cokelat yang dikelola oleh warga sekitar, melibatkan kaum ibu. Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki daya tarik buatan berupa wahana permainan outbond dan flying fox.

2. Penilaian dalam ajang 'Best Tourim Village' UNWTO

    Menurut laman resmi UNWTO, dalam kompetisi 'Best Tourism Village', Dewan Penasihat Multidisiplin Independen akan menilai sembilan aspek pada desa yang dinominasikan. Aspek-aspek tersebut melibatkan Budaya dan Sumber Daya Alam, Promosi dan Konservasi Sumber Daya Budaya, Keberlanjutan Ekonomi, Keberlanjutan Sosial, Ketahanan Lingkungan, Potensi dan Pengembangan Pariwisata serta Integrasi Nilai Rantai, Tata Kelola dan Prioritas Pariwisata, Infrastruktur dan Konektivitas, Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan.

Adapun tujuan dari kompetisi ini adalah untuk memaksimalkan kontribusi pariwisata dalam 12 aspek, termasuk mengurangi ketidaksetaraan regional dalam pendapatan dan pembangunan, melawan depopulasi di pedesaan, memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan serta pemuda, meningkatkan inovasi dan digitalisasi, mempromosikan praktik berkelanjutan, hingga meningkatkan pendidikan dan pengembangan keterampilan.

Pemenang dari kategori 'Best Tourism Village' akan diumumkan pada bulan Oktober 2021 dalam Sidang Majelis UNWTO sesi ke-24 di Marrakesh, Maroko. Sebelum menjadi nominasi dalam ajang UNWTO ini, Desa Wisata Nglanggeran sudah meraih banyak penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu prestasinya adalah terpilih sebagai desa wisata berkelanjutan terbaik dalam ajang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan 12 desa wisata lainnya di Indonesia.

Komentar